Prosedur Perizinan ISR Penggunaan Frekuensi Radio HT

Perangkat HT merupakan sebuah perangkat radio komunikasi dua arah dimana kita dapat saling berkomunikasi secara bergantian. Untuk menggunakan perangkat HT secara legal dapat kita lakukan dengan berbagai cara diataranya dengan mendaftarkan diri sebagai anggota RAPI, ORARI atau dengan mengajukan ISR (Izin Stasiun Radio) di Derektorat Jenderal SDPPI. Tanpa adanya izin penggunaan frekuensi maka aktifitas komunikasi radio dengan HT/Rig dapat dikatakan ilegal yang mana dapat dituntut secara hukum. Informasi mengenai prosedur pengurusan izin ISR sebenarnya sudah dijabarkan melalui website kominfo namun berikut kami rangkumkan prosedur pengurusan ISR untuk anda agar lebih mudah untuk dipahami.

TATA CARA

Izin Stasiun Radio (ISR)
ISR diberikan dalam bentuk kanal frekuensi radio untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang 1 (satu) kali selama 5 (lima) tahun.

Tata cara dan prosedur permohonan izin penggunaan frekuensi radio secara umum dapat di lihat pada diagram alir dibawah ini.

Sumber : kominfo.go.id

PERSYARATAN PERMOHONAN ISR

Persyaratan permohonan izin penggunaan spektrum frekuensi radio dalam bentuk kanal (ISR) secara umum adalah sebagai berikut :

  1. Scan akta pendirian badan hukum beserta salinan pengesahan dan akta perubahan terakhir (Untuk perusahaan, NIB wajib terdaftar di OSS dan UMKU)
  2. Scan NPWP Organisasi
  3. Scan Surat resmi (Surat Kuasa) perusahaan yang menyatakan bahwa orang yang rinciannya tercantum adalah benar dan bahwa ia berhak untuk mengajukan permohonan perusahaan ke SDPPI ber Metrai dan telah ditandatangani
  4. Scan Surat permohonan ditujukan kepada Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika ber Metrai dan telah ditandatangani
  5. Scan Surat kesanggupan ditujukan kepada Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika ber Metrai dan telah ditandatangani
  6. Diagram instalasi perangkat Radio / RPU
  7. Perangkat yang digunakan telah memiliki sertifikat
  8. Data administrasi dan data teknis secara lengkap dan benar.

TAHAPAN 1 PEMBUATAN AKUN

Setelah persyaratan diatas telah terpenuhi maka proses pengajuan ijin ISR secara online dapat kita lakukan dengan tahapan sebagai berikut.

  1. Melakukan buat akun dengan mengisi berkas di menu ELICENSING pada website ditfrek.postel.go.id
  2. Isi aplikasi untuk user sesuai dengan jenis pendaftaran yang diajukan (Goverment atau Company dengan NIB)
  3. Lengkapi informasi formulir dan pilih Layanan : Bawaan (tanpa akses Maritim dan Penerbangan)
  4. Checklist Ya, Saya Setuju dan validasi kemudian cetak
  5. Tandatangani formulir yang telah kita cetak kemudian scan
  6. Upload Scan formulir serta berkas lain yang diminta untuk pengajuan pembuatan akun
  7. Setelah berkas kita kirimkan tunggu balasan admin mengenai status pengajuan kita apakah diterima atau ditolak.
  8. Setelah pengajuan kita diterima maka proses selanjutnya untuk pengajuan ISR dapat kita lakukan, namun jika pengajuan kita ditolak silahkan lengkapi berkas yang diminta dan lakukan pembuatan akun kembali.

TAHAPAN 2 PENGAJUAN ISR

Tahapan pengajuan ISR baru dapat kita lakukan jika berkas untuk pembuatan akun telah lengkap dan di terima oleh SDPPI. Jika akun kita telah diterima maka kita dapat login dengan menggunakan username dan password yang telah kita buat sebelumnya dan lakukan proses pengajuan ISR sesuai tahapan berikut.

  1. Lakukan pengajuan aplikasi baru dan pilih aplikasi Land Mobile (Private) Standart
  2. Lengkapi formulir (Alamat, Koordinat Lokasi)
  3. Lengkapi data perangkat teknis (Perangkat RPU, HT, Antena, Frekuensi yang diajukan sesuai PERMEN Kominfo)
  4. Lengkapi Berkas seperti Diagram Instalasi Peralatan, Surat Permohonan, Surat Pernyataan dan berkas lain yang diminta
  5. Tunggu balasan dari admin SDPPI apakah pengajuan kita diterima atau ditolak
  6. Jika pengajuan kita telah diterima maka tinggal kita bayarkan BHP melalui virtual account sesuai invoice yang terbit
  7. Tunggu penerbitan ISR

Saat proses pengajuan ISR dinyatakan lengkap dan telah selesai nantinya LICENSE yang berisi informasi frekuensi yang diberikan untuk kita pergunakan secara sah akan dikirimkan melalui alamat email atau dapat diunduh melalui akun pada menu unduhan dengan tipe berkas letter.

Radio Komunikasi HT

Pengertian

Radio Komunikasi Handy Talkie atau Radio lebih dikenal dengan sebutan HT adalah alat komunikasi genggam yang dapat berkomunikasi secara dua arah dimana pemegang perangkat selain dapat mendengarkan percakapan dua orang atau lebih juga dapat mengirimkan suara dengan menggunakan gelombang radio. Handy talky dikenal dengan sebutan Two Way Radio ataupun radio dua arah, yang dapat melakukan pembicaraan dua arah, namun demikian si pengirim pesan dan si penerima tidak bisa berbicara pada saat yang bersamaan.

Handy Talkie vs Walkie Talkie

Handy Talky (HT) berbeda dengan Walky talky. Handy talky memiliki rentang frekuensi kerja yang lebih lebar serta power yang lebih besar dibandingkan dengan walky talky. Walaupun keduanya mengacu prinsip yang sama mengenai radio dua arah, tetapi keduanya memiliki perbedaan. Handy talky memerlukan izin frekuensi untuk menggunakannya, sedangkan walky talky tidak memerlukannya.

Jangkauan

Perangkat Handy Talky pada umumnya bekerja pada frequensi VHF (136 – 174 Mhz) ataupun UHF (400 – 520 Mhz). HT memiliki bentuk dan kemampuan daya pancar yang kecil antara 0,5 Watt (Low Power) hingga 5 Watt (High Power) dibandingkan dengan perangkat lainnya, dengan tujuan agar mudah dibawa dan dipergunakan sebagai komunikasi dilapangan(handheld), pesawat ini menggunakan battray sebagai sumber tenaganya dan dilengkapi dengan single charger untuk pengisian ulang baterai. HT bekerja Radio komunikasi yang bekerja pada band VHF atau UHF dapat menempuh jarak sejauh 1 Km dengan power low, serta handy talky dapat mencakup hingga jarak 5 Km dengan power high. Bahkan dengan tambahan perangkat repeater (pancar ulang) bisa menjangkau puluhuan kilometer, namun demikian semua tergantung pada daerah geografis dimana HT dan perangkat repeater ditempatkan semakin banyak halangan seperti pohon, bukit, gedung tinggi maka daya jangkau akan semakin sempit. Selain HT ada juga perangkat radio rig / base station dimana perangkat radio ini memiliki frekuensi kerja yang sama dengan HT namun memiliki power yang jauh lebih besar hingga mencapai 50 Watt sehingga memiliki daya jangkau yang lebih jauh. Penggunaan prangkat base station / rig ini adalah fix dan tidak bisa dibawa secara portable karena memerlukan perangkat power supply serta antena outdoor yang dipasang dengan tiang.

Analog vs Digital

Analog

Sistem analog merupakan yang banyak digunakan saat ini dimana signal suara akan dikirimkan dari perangkat pemancar ke penerima yang akan langsung dapat diperdengarkan jika dua perangkat tersebut memiliki frekuensi yang sama.

Digital

DMR adalah singkatan dari Digital Mobile Radio dan merupakan standar internasional yang telah ditetapkan untuk radio dua arah. Standar DMR memungkinkan peralatan yang dikembangkan oleh produsen yang berbeda untuk beroperasi bersama di jaringan yang sama untuk semua fungsi yang ditentukan dalam standar.

Tujuan dari standar DMR adalah untuk menciptakan sistem radio digital dengan kompleksitas rendah dan biaya rendah yang masih memungkinkan peralatan dari produsen yang berbeda untuk bekerja sama, memungkinkan pengguna untuk lebih leluasa dan tidak terikat ke dalam sistem produk tertentu yang akan mahal untuk diganti. dan memelihara.