Konektor Audio

Macam – macam konektor audio

1. ¼ inch Connector

Konektor ¼ terlihat sangat mirip dengan jack headphone 3.5mm tetapi sebenarnya ukurannya lebih besar (6.3mm). Ini adalah konektor yang sangat umum digunakan untuk alat musik (terutama gitar), serta speaker, amplifier, pedal efek, dan konsol mixing.

Konektor ini hadir dalam desain TS atau TRS. Anda akan menggunakan konektor TRS ¼ inci untuk saluran audio balance dan suara stereo.

2. 3.5mm Connector

Konektor 3,5 mm paling umum digunakan untuk audio pada ponsel, perangkat portabel, dan komputer. Dua pin pada konektor adalah untuk membawa signal suara stereo kanan dan kiri. Untuk earphone dengan mikrofon internal, Anda akan melihat konektor memiliki tiga pin. Pin ketiga ini juga memungkinkan sinyal audio dibawa.

3. XLR Connector

Konektor XLR digunakan untuk sinyal audio balance di berbagai aplikasi audio seperti mikrofon, amplifier, mixer, dan speaker monitor.

Konektor XLR hadir dalam berbagai desain mulai dari tiga hingga tujuh pin (untuk konektor male) atau lubang (untuk konektor female). Desain paling umum pada perlengkapan audio adalah XLR tiga pin.

Fakta Menarik: Konektor XLR pada awalnya ditemukan oleh Cannon Electric. Mereka pertama kali merilis rangkaian Cannon X, diikuti oleh Cannon XL (yang menampilkan tombol pengunci), dan terakhir Cannon XLR, yang kemudian dikenal hanya sebagai XLR.

4. SpeakON Connector

Awalnya diproduksi oleh perusahaan bernama Neutrik, kabel SpeakON dirancang untuk mengambil sinyal arus tinggi, dan menghubungkan pengeras suara ke amplifier. Fitur desain yang mencolok adalah konektor SpeakON memiliki sistem penguncian yang mencegahnya terlepas dengan mudah atau tidak sengaja. Mereka ideal untuk acara musik live di mana ada banyak orang dan mungkin akan terjadi kerumitan kabel.

5. RCA Connector

Konektor RCA paling sering digunakan dalam sistem HiFi dan perlengkapan audio rumah lainnya. Ini adalah konektor mono yang unbalance. Konektor RCA terdiri dari 2 konektor, satu untuk audio sisi kiri, dan yang lainnya untuk sisi kanan. Mereka biasanya ditemukan dalam warna merah dan putih, tetapi tidak selalu demikian.

Fakta Menarik : RCA adalah singkatan dari Radio Corporation of America, yang mengembangkan koneksi ini. Pada 1940-an, RCA mengganti konektor TRS berukuran ¼ inci pada phonograf yang memungkinkannya dihubungkan ke amplifier. Inilah sebabnya mengapa terkadang Anda mendengar konektor ini disebut konektor phono.

6. MIDI Connector

Kabel MIDI (Musical Instrument Digital Interface) banyak digunakan oleh musisi elektronik dan DJ. Dalam pengaturan studio rumah, Anda mungkin menggunakan kabel MIDI untuk menghubungkan pengontrol / keyboard MIDI Anda, ke antarmuka MIDI, yang kemudian terhubung ke komputer Anda. Tujuan dari koneksi ini adalah memungkinkan Anda untuk mengontrol instrumen virtual dalam DAW Anda. Namun, dengan diperkenalkannya konektor USB ke industri audio, kabel MIDI tidak sering digunakan. Ini karena kabel USB dapat mentransfer data MIDI langsung ke komputer Anda.

7. TOSLINK® Connector and Mini TOSLINK ® Connector

TOSLINK, merek dagang terdaftar, dikembangkan oleh Toshiba. Awalnya dimaksudkan untuk digunakan dengan pemutar CD Toshiba, tetapi sejak itu telah diadopsi oleh produsen lain juga. Biasanya Anda akan menemukan koneksi ini di pemutar DVD / Blu-ray, kotak kabel, serta konsol video game. Selain itu, konektor Mini TOSLINK, yang biasanya ditemukan di komputer Apple dan perangkat audio, memiliki pin yang lebih panjang dari versi standarnya.

8. Banana Connector

Konektor banana digunakan untuk membuat konektor pada kabel speaker terbuka. Biasanya, Anda akan menemukan dua jenis terminal di speaker. Yang pertama adalah jenis klip tempat Anda memasukkan kabel kosong langsung ke klip. Jenis kedua, yang cocok untuk konektor banana Anda disebut five-way binding post. Five-way binding post umumnya berlapis emas, lebih tahan lama, dan Anda mungkin akan menemukannya di speaker kelas menengah hingga kelas atas. Digambarkan di bawah ini adalah gambar jenis klip serta jenis five-way binding post:

Konektor banana tersedia dalam berbagai ukuran dan tipe untuk mengakomodasi pengukur kabel yang berbeda. Manfaat menambahkan konektor banana ke kabel speaker yaitu daripada menggunakan kabel kosong, adalah koneksi permanen dan berkualitas tinggi. Seringkali koneksi kabel telanjang menjadi tidak dapat diandalkan karena putus atau rusak seiring waktu  yang kemudian dapat memengaruhi kualitas suara. Dengan menggunakan konektor banana pada kabel speaker Anda, ini tidak hanya terlihat lebih estetis tetapi juga memastikan kabel akan bertahan lebih lama.

9. HDMI Connector

Kebanyakan orang akan menemukan konektor HDMI sekarang. HDMI adalah singkatan dari High Definition Multimedia Interface dan menyediakan transmisi audio dan visual berkualitas tinggi. Ini sebagian besar digunakan dengan TV HD, konsol game, pemutar Blu-ray, serta kotak kabel. Konektor HDMI menggantikan konektor RCA, yang berarti perangkat hanya perlu memiliki satu port koneksi untuk konektor HDMI, daripada dua (atau tiga untuk audio dan visual) port RCA untuk konektor RCA.

Kabel Audio Digital dan Analog

A. Kabel Analog dan Digital

Hal pertama yang perlu diketahui tentang kabel audio adalah Anda akan menemukan dua jenis yang berbeda antara analog dan digital. Kabel analog mengirimkan informasi menggunakan listrik, sedangkan kabel digital mengirimkan informasi melalui rangkaian panjang kode biner (1 dan 0).

1. Kabel Audio Analog

Dalam kategori ini, terdapat dua jenis kabel analog: balance dan unbalance. Kabel balance digunakan untuk mikrofon dan perlengkapan audio, sedangkan instrumen seperti gitar listrik menggunakan kabel yang unbalance.

Kabel Analog balance dan unbalance

Sekarang Kita mungkin bertanya-tanya, apa arti sinyal yang balance dan mengapa itu penting? Sederhananya  kabel yang balance mengurangi gangguan lebih baik daripada kabel yang unbalance.

Konektor Analog Balance vs Unbalance

Konektor XLR dan TRS yang saya sebutkan di atas adalah konektor analog balance karena memiliki 3 kabel yaitu positif, negatif, dan ground. Ingat konektor XLR memiliki 3 pin terpisah, sedangkan konektor TRS memiliki 3 titik kontak. Konektor unbalance memiliki 2 kabel yaitu positif dan negatif/ground seperti pada konektor TS atau RCA yang memiliki dua titik kontak.

Konektor RCA, TS, SpeakON, dan Banana adalah konektor analog yang unbalance. Kabel TRS dan TS

Setelah melihat kabel TRS vs TS, mungkin membayangkan seperti apa sebenarnya. Pada gambar di atas adalah gambar kabel TRS, yang memiliki dua kabel terpisah dan kabel TS yang hanya memiliki satu inti kabel. Cara setiap kabel akan disambungkan ke konektor adalah sebagai berikut:

Penyambungan Kabel TRS

Tip – positive

Ring – Negative

Sleeve – Ground

Penyambungan Kabel TS

Tip – positive

Sleeve – Ground

2. Kabel Audio Digital

Kabel digital sangat mudah tidak seperti kabel analog, kita tidak perlu memahami cara kerjanya untuk menggunakannya dengan benar. Tidak ada gunanya membahas skema kabel digital. Akan tetapi, ada berbagai jenis kabel digital, jadi kemampuan untuk mengidentifikasinya dapat bermanfaat. Konektor digital yang kita lihat dalam panduan ini adalah MIDI, TOSLINK (optik), USB, dan HDMI.

Satu hal penting yang perlu diperhatikan tentang kabel digital adalah bekerja baik pada jarak yang lebih pendek. Kabel digital yang lebih panjang memiliki peluang lebih besar untuk bekerja secara tidak benar.

B. Pelindung Kabel Audio

Pelindung kabel audio adalah pelindung logam yang melindungi kabel inti di dalam kabel yang mengirimkan suara asli. Alasan pentingnya perisai adalah karena frekuensi radio atau elektromagnetik tertentu dapat mengganggu jalur sinyal audio yang mengakibatkan kebisingan yang tidak diinginkan. Dalam hal pelindung kabel audio, ada tiga jenis pelindung.

1. Braided Shielding

Seperti namanya, pelindung jalinan terdiri dari untaian kawat tembaga yang dikepang di sekitar kabel konduktor sinyal asli. Jenis perisai ini menawarkan perlindungan antara 50% hingga 97%, tergantung pada sudut jalinan, jumlah, serta tingkat penerapannya. Meskipun pelindung jalinan memberikan perlindungan yang baik terhadap kebisingan yang tidak diinginkan, kabel ini cenderung kurang fleksibel dan lebih rentan terhadap kerusakan atau putus saat dipelintir atau ditekuk. Oleh karena itu, kabel pelindung yang dikepang biasanya digunakan untuk instalasi yang lebih permanen di mana kabel tersebut tidak akan tergulung atau dipelintir.

2. Serve Shielding

Serve Shedding, juga dikenal sebagai perisai ‘terbungkus spiral’ mirip dengan perisai yang dijalin karena juga terbuat dari untaian tembaga. Namun, dengan Serve Shielding, untaian tembaga bukannya dijalin bersama, melainkan melilit konduktor sinyal asli. Mereka lebih fleksibel dan karena itu lebih cocok untuk pertunjukan live. Meskipun lebih fleksibel daripada kabel yang dijalin, kabel ini memberikan perlindungan yang lebih sedikit terhadap frekuensi Radio (RFI).

3. Foil Shielding

Jenis pelindung ini memberikan perlindungan 100%. Ini terdiri dari lapisan tipis aluminium foil di samping garis tembaga. Kontak logam-ke-logam dari aluminium dan tembaga meningkatkan keefektifannya, tetapi jalur tembaga menurunkan fleksibilitas kabel. Kita akan sering menemukan jenis pelindung ini dalam kabel audio digital.

error: