Archives March 2022

Clip On Saramonic Blink 500 B2W

Pengertian

Clip On merupakan sebuah peralatan yang digunakan untuk mengambil suara dalam sebuah produksi audio visual seperti vlog, talkshow, film, dll. Dalam bahasa teknik clipon digunakan untuk merubah gelombang suara menjadi gelombang listrik agar dapat diolah lebih lanjut. Ada dua jenis clip on yang biasa digunakan yaitu wireless dan cable. Wireless berarti clip on bekerja menggunakan frekuensi sehingga lebih memudahkan dalam penggunaan karena kita tidak perlu menarik kabel yang panjang ke sumber suara cukup menggunakan batterai sebagai sumber daya perangkat wireless. Sedangkan Cable clip on bekerja dengan menggunakan media kabel sehingga kita perlu menarik kabel sepanjang area shoot.

Saramonic Blink 500 B2W

Saramonic Blink 500 B2W

Saramonic merupakan sebuah brand yang cukup populer terutama perangkat clip on dan microphone, ada banyak tipe clip on yang telah diproduksi oleh produsen ini salah satunya adalah Saramonic Blink 500 B2W. Clip on ini didesain untuk kebutuhan mobile yang flexible untuk digunakan dengan media perekaman kamera digital, audio recorder atau bahkan dengan smartphone. Dalam paket pembelian kita akan mendapatkan 1 buah receiver untuk kita hubungkan dengan perangkat perekaman, 2 buah transmitter untuk kita pasangkan ke sumber suara, 2 buah lavalier untuk estetika visual dan mengoptimalkan kualitas suara yang ingin kita ambil, 3 Buah kabel micro USB digunakan untuk charge baterai dari clip on namun tidak termasuk adaptor / charger sehingga kita harus membeli secara terpisah atau dapat menggunakan charger smarphone kita.

Frekuensi Kerja

Blink 500 ini bekerja pada frekuensi 2,4 GHz sehingga lebih hemat baterai serta memiliki kualitas trasnmisi audio yang baik. Jarak aman untuk penggunaan clip on ini yaitu 5 – 15 meter tanpa adanya halangan, jarak tersebut dimungkinkan dapat lebih jauh lagi jika dilokasi tersebut minim penggunaan perangkat wireless seperti wifi, bloetooth ataupun selular.

Cara Menggunakan Clip On

Berikut ini tahapan dalam menggunakan clip on wireless

  1. Pastikan catudaya / baterai pada semua perangkat clip on sudah terisi penuh demi kelancaran saat produksi
  2. Hubungkan perangkat receiver pada audio mixer atau media perekaman seperti kamera, audio recorder dan smartphone dengan konektor kabel yang sesuai
  3. Pasang lavalier / mic ke perangkat transmitter kemudian pasangkan lavalier / mic sedekat mungkin dengan sumber suara untuk meminimalisir suara – suara yang tidak kita harapkan ikut terekam
  4. Nyalakan semua perangkat receiver dan transmitter
  5. Cek apakah signal suara sudah masuk ke audio mixer atau peralatan perekaman
  6. Jika signal suara sudah masuk maka produksi atau proses perekaman dapat dimulai
  7. Jika signal suara belum masuk maka periksa kembali dan pastikan semua perangkat sudah menyala dan terpasang dengan benar

Kesimpulan

Clip on saramonic blink 500 ini sangat cocok untuk produksi vlog, wawancara dan talkshow karena memiliki desain yang kecil serta bobot yang sangat ringan. Clip On ini menggunakan sistem baterai tanam yang dapat diisi ulang sehingga pastikan baterai sudah terisi penuh sebelum digunakan demi kelancaraan saat proses produksi. Wireless clip on bekerja sangat baik pada jarak 5 – 15 meter tanpa adanya halangan. Clip on ini juga dapat digunakan tanpa memasangkan lavalier / mic karena sudah terdapat microphone yang ditanam pada perangkat transmitternya.

Link Materi Video

Perbedaan Signal Suara Kering “Dry” dan Basah “Wet” dalam Rekaman

Sinyal Suara Basah vs Kering dalam Perekaman

Sinyal suara kering “Dry Recording” dan basah “Wet Recording” adalah istilah yang tidak asing lagi di industri perekaman. Keduanya merupakan tipe dasar proses perekaman sinyal suara.

Rekaman Kering

Rekaman suara kering mengacu pada suara atau sinyal yang tidak memiliki efek atau modifikasi apa pun. Ini dianggap sebagai suara asli yang mentah serta tidak diproses.

Contoh suara kering adalah rekaman mentah atau langsung dari suara apa pun. Kualitas masih memainkan peran yang baik dalam suara kering. Rekaman harus sejelas dan sedekat mungkin dengan aslinya agar materi tersebut dapat digunakan untuk tujuan apa pun. Selain itu, faktor penting lainnya adalah membuat suara sedekat mungkin dengan keinginan atau hasil yang diinginkan perekam. Produk dari suara kering termasuk rekaman suara mentah seperti rekaman drama, percakapan, dan rekaman instrumental.

Dalam rekaman apa pun, perhatian paling besar diberikan pada mikrofon yang menangkap suara saat diproduksi. Lingkungan perekaman juga merupakan faktor penting karena kebisingan dapat menurunkan kualitas suara dan hasil yang diinginkan.

Suara/sinyal kering biasanya dapat digunakan sebagai suara dasar untuk suara/sinyal basah. Banyak suara dapat diturunkan dari satu suara/sinyal kering. Pengaturan suara biasanya disesuaikan tergantung pada acara atau penggunaan.

Rekaman Basah

Rekaman suara basah adalah kebalikan dari suara kering. Suara/sinyal basah adalah jenis suara yang mengalami proses dan modifikasi. Suara/sinyal basah dibuat dengan menggunakan perangkat audio khusus seperti Efek biasanya ditambahkan saat merekam atau saat proses mixing.

Ada banyak jenis efek yang dikategorikan ke dalam tiga area. Kategori pertama adalah efek berbasis dinamis yang mengubah tingkat dinamika suara. Contohnya meliputi: limiter, maximizer, dan ekspander. Kategori kedua adalah efek berbasis frekuensi yang memanipulasi frekuensi sinyal/suara. Distorsi, equalizer. Kategori terakhir adalah efek berbasis waktu yang terdiri dari delay termasuk reverb, echo, chorus, flangers, phaser dan turunannya.

Suara/sinyal basah, termasuk efek suara, adalah suara atau sinyal buatan yang digunakan untuk tujuan teknis dan estetika. Sering diterapkan di media seperti film, program televisi dan radio, video game, pertunjukan langsung, animasi, dan banyak lainnya.

Kesimpulan:

  1. Baik rekaman kering maupun basah digunakan bersama untuk menciptakan suara yang khusus dan unik.
  2. Rekaman suara kering mengacu pada suara mentah atau belum diproses yang biasanya berasal dari rekaman langsung. Di sisi lain, rekaman basah mengacu pada suara/sinyal yang diproses. Suara atau sinyal yang diproses dilakukan dengan menggunakan perangkat audio khusus.
  3. Signal suara dalam rekaman basah diturunkan dari suara/sinyal rekaman kering. Dalam hal ini, suara/sinyal kering bertindak seperti fondasi atau sumber untuk suara/sinyal basah. Suara/sinyal basah terdapat berbagai efek yang sesuai dengan tujuan pengguna/perekam.
  4. Efek dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori: berbasis dinamika, berbasis frekuensi, dan berbasis waktu. Sering ditambahkan selama perekaman atau di lain waktu.
  5. Suara/sinyal dari rekaman kering dapat dianggap sebagai “alami” sedangkan suara/sinyal dari rekaman basah dapat dikatakan “buatan” karena telah diproses/diolah.
  6. Baik suara/sinyal dari rekaman kering maupun basah digunakan untuk tujuan teknis dan estetika. Juga diterapkan di banyak media seperti film, program TV dan radio, dll sebagai peningkatan kualitas suara untuk acara tersebut.
  7. Suara/sinyal kering yang berkualitas sering dapat menghasilkan suara/sinyal basah yang berkualitas setelah diproses.