Dasar element suara dalam film / elements of sound

Suara merupakan alat untuk menceritakan sebuah cerita, tidak hanya untuk menciptakan suasana dalam pergerakan tetapi juga untuk memperkuat gerakan atau animasi di layar. Mirip dengan gerakan, desain suara bukanlah sesuatu yang dapat dengan mudah dikuasai tetapi dapat dibuat menggunakan efek berlapis yang serupa.

Ada lima lapisan dasar (elements of sound) yang dapat kita manfaatkan dalam banyak kombinasi berbeda untuk menciptakan efek yang kita inginkan.

Apa lima element utama desain suara

  1. Atmosfer
  2. Foley sound
  3. Sound Efek (SFX)
  4. Voice
  5. Music

Dapat diterapkan secara berlapis seperti daftar di atas ke dalam file projek, tetapi juga bisa bereksperimen tergantung pada jenis suara yang ingin kita buat.

1. Atmosfer

Suasana pada dasarnya adalah kebisingan dari latar belakang. Sehingga ini harus memberi tahu pemirsa tentang di mana tindakan itu terjadi. Oleh karena itu, video perlu memberi informasi dan deskriptif tanpa membebani atau mengalihkan perhatian penonton dari cerita.

Misalnya, jika kita melihat pemandangan di hutan, apa yang mungkin kita dengar?

Burung yang berkicau di kejauhan dan angin yang bertiup dengan lembut akan cocok dengan pengalaman kita menghabiskan waktu di hutan.

Ini berfungsi sebagai satu alat yang memungkinkan kita untuk menjadi lebih tenggelam sepenuhnya dalam cerita atau adegan saat itu terungkap di hadapan kita.

2. Foley sound

Ini merupakan suara yang berasal dari gerak manusia. Misalnya ketika seorang tokoh berjalan mereka tidak diam. Kita mendengar desiran lembut pakaian mereka saat mereka bergerak atau suara langkah kaki mereka di beton. Ini adalah suara yang akan membuat kita lebih siap memasuki dunia yang kita hadapi.

Suara foley dapat dengan mudah direkam menggunakan mikrofon dengan ditambah property yang mendukung.

3. Sound Efek (SFX)

Efek suara dibuat secara artifisial atau dengan meningkatkan suara. Digunakan untuk menggambarkan suasana hati, mensimulasikan kenyataan atau bahkan menciptakan ilusi dalam video. Misalnya, jika sebuah botol kaca pecah, suara pecahan kaca tersebut direkam secara terpisah dan ditingkatkan agar terdengar senyata mungkin.

Suara ini tidak dihasilkan secara alami melainkan dihasilkan dari benda – benda disekitar kita.

4. Voice

Voice ini merupakan penyampai informasi utama. Suara naratorlah yang memandu kita melalui apa yang terjadi di layar.

Misalnya, dalam sebuah film, kita tidak pernah melihat narator tetapi dia memainkan peran penting dalam membimbing kita melalui suara dan menyoroti momen-momen penting.

5. Musik

Musik adalah alat yang bisa kita gunakan untuk mengatur dinamika mood yang ingin kita sampaikan melalui karya desain gerak. Mood apa yang kita inginkan dari pengalaman kita saat menonton cerita?

Ini harus menjadi pertanyaan pertama yang kita tanyakan saat mendesain adegan dan juga saat memilih musik untuk memperkuat seni.

Tidak setiap benda bergerak membutuhkan kelima elemen. Terkadang kita hanya membutuhkan suara, dan musik atau efek saja. Keseimbangan penting dalam hal desain suara. Semua level audio dari setiap lapisan perlu disesuaikan dan diseimbangkan untuk menciptakan efek yang tepat.